Category: Berita Harian

  • Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Polda Sumsel Masifkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

    Polda Sumsel Masifkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan terus memasifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli, imbauan, dan sosialisasi kepada masyarakat di berbagai wilayah rawan, Senin (14/9). Dalam kegiatan mitigasi karhutla yang dilaksanakan pada hari yang sama, jajaran Polda Sumsel mencatat sebanyak 374 kegiatan, terdiri atas 189 patroli, 99 kegiatan imbauan, dan 86 kegiatan sosialisasi.

    Patroli dilaksanakan untuk memantau kawasan yang memiliki potensi karhutla sekaligus mendeteksi sedini mungkin munculnya titik api. Sementara itu, kegiatan imbauan dan sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan.

    Langkah preventif tersebut menjadi bagian dari strategi Polda Sumsel dalam menangani karhutla secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.

    Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan seluruh jajaran terus diarahkan untuk meningkatkan kegiatan mitigasi, khususnya pada daerah yang memiliki kerawanan karhutla.

    “Patroli, imbauan dan sosialisasi terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla,” ujar Nandang dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

    Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta ikut memberikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungannya.

    Melalui semangat “24/7 Nyago Bumi Sriwijaya”, Polda Sumsel bersama seluruh jajaran berkomitmen terus hadir melakukan pencegahan, pengawasan, dan penanganan karhutla secara berkelanjutan guna menjaga keamanan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan di Sumatera Selatan

  • Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    Kapolda Sumsel Dorong Pembinaan Atlet INKANAS untuk Tingkatkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima audiensi Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi Polda Sumsel dengan INKANAS, sekaligus menjadi forum bagi pengurus untuk menyampaikan perkembangan organisasi dan berbagai program pembinaan atlet karate di Sumatera Selatan.

    Dalam audiensi tersebut, pengurus INKANAS Sumsel melaporkan bahwa organisasi saat ini membawahi sekitar 39 unit atau ranting dengan total kurang lebih 1.562 karateka. INKANAS Sumsel juga memiliki 200 atlet aktif, 27 pelatih, serta 61 anggota Majelis Sabuk Hitam.

    Pengurus turut menyampaikan pelaksanaan Ujian Kenaikan Kyu Semester I Tahun 2026 yang diikuti 321 karateka di lingkungan Brimob. Selain itu, INKANAS Sumsel tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKANAS atau Piala Kapolri yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur.

    Pembinaan atlet terus dilakukan melalui Training Center (TC) di Brimob Kelapa yang telah berlangsung selama empat bulan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik INKANAS, Polda Sumsel, serta FORKI Sumsel.

    Tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, INKANAS Sumsel juga memaparkan penjajakan kerja sama strategis dengan Kementerian Sosial. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pembinaan karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta mental positif generasi muda.

    Menanggapi pemaparan tersebut, Kapolda Sumsel memberikan apresiasi terhadap perkembangan INKANAS serta dedikasi pengurus dalam membina atlet muda di Sumatera Selatan. Polda Sumsel berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah positif yang dapat mendorong kemajuan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda.

    Pembinaan olahraga, termasuk karate, memiliki nilai strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang disiplin, tangguh, memiliki semangat berprestasi, serta mampu membawa nama daerah dan organisasi di tingkat yang lebih luas.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dengan organisasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan konstruktif.

    “Kami menyambut baik sinergi ini dan siap memberikan dukungan terhadap program pembinaan atlet serta pengembangan karakter generasi muda melalui kegiatan positif di bidang olahraga,” ujar Nandang.

    Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pengurus organisasi olahraga, dan masyarakat dapat memperkuat pembinaan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang positif bagi generasi muda agar berkembang melalui prestasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.

    Melalui dukungan terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan generasi muda, Polda Sumsel terus mendorong terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah.

  • Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Polda Metro Jaya menemukan sejumlah video terkait kasus Sutrimo yang beredar di media sosial ternyata merupakan konten hasil manipulasi atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebab, di tengah proses penyidikan, beredar pula video amatir yang justru dapat membantu polisi mengungkap rangkaian peristiwa.

    Menurut Budi, penyidik berterima kasih kepada masyarakat yang mengunggah video amatir yang benar-benar merekam peristiwa terkait kasus Sutrimo. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

    “Polda Metro Jaya berterima kasih terkait adanya unggahan video amatir terkait peristiwa. Itu salah satu proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

    Namun, polisi tidak bisa begitu saja memercayai seluruh rekaman yang beredar. Budi menyebut sebagian video terindikasi sebagai hoaks, misinformasi, hingga konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.

    Baca Juga:

    Nama Febrio Masuk Radar Penyidik di Kasus Sutrimo, Polisi: Akan Kita Dalami

    “Banyak video yang sebenarnya sesuai fakta dan peristiwa, tapi dibuat AI generated,” ujarnya.

    Karena itu, penyidik melakukan analisis dan verifikasi terhadap video-video yang beredar untuk memilah rekaman yang relevan dengan kejadian sebenarnya.

    Budi menegaskan konten yang beredar di media sosial tidak akan langsung dijadikan dasar penyidikan sebelum melalui proses pemeriksaan.

    “Penyidik tidak akan terganggu oleh berita hoaks, makanya sudah kita stamp, berita hoaks, misinformasi, AI generated, tetapi informasi ini masih kita analisis terkait video tersebut,” kata Budi.

    Menurutnya, penyaringan tersebut penting karena video amatir yang autentik dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebaliknya, rekaman yang telah dimanipulasi berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu proses pengungkapan perkara.

    Baca Juga:

    Rusuh 27 Agustus Belum Usai Diusut, Polisi Kejar Aktor di Balik Layar

    Polisi Tunggu Hasil Labfor

    Selain menelusuri bukti visual yang beredar di ruang digital, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terkait kasus Sutrimo.

    Budi mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasilnya nantinya akan disampaikan oleh dokter Labfor bersama tim dokter forensik dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dengan demikian, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan forensik, tetapi juga menyisir berbagai bukti visual yang beredar di media sosial.

    Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai video yang viral. Keaslian, sumber, dan konteks rekaman tetap perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai informasi terkait kasus Sutrimo.

  • Kapolda Metro Komjen Asep Edi Suheri Jenguk Personel dan Ojol Yang Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Kapolda Metro Komjen Asep Edi Suheri Jenguk Personel dan Ojol Yang Dirawat Imbas Ricuh Usai Aksi di DPR

    Foto: Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri dan pengemudi ojol yang masih dirawat di RS Polri. (dok Istimewa) Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri memberikan dukungan dan semangat kepada dua personel Polri serta seorang pengemudi ojek online (ojol) yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Ketiganya terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan gedung DPR RI pekan lalu. “Kami hadir untuk memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang masih menjalani perawatan. Kami berharap semuanya segera pulih, dapat kembali berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan aktivitas seperti sediakala,” kata Komjen Asep Edi, Selasa (1/9/2026).

    Kapolda menemui para korban satu per satu untuk melihat langsung perkembangan kondisi mereka. Ia berbincang dengan para korban dan keluarga yang mendampingi. Dia juga menanyakan proses perawatan, serta memberikan semangat agar tetap kuat menjalani masa pemulihan.

    Ketiga korban terluka dalam rangkaian peristiwa setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI pekan lalu. (dok Istimewa) Dua personel yang masih dirawat ialah anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya Bripda Aslam Sarofi, anggota Ditpolair Polda Metro Jaya Briptu Frans Adong. Keduanya mengalami luka ketika menjalankan tugas pengamanan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan serta pemantauan dari tim medis.

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring, yang juga mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Kapolda menyampaikan rasa prihatin serta dukungan selama menjalani proses pemulihan kepada Rizal dan keluarganya.

    Kehadiran Kapolda menjadi wujud kepedulian terhadap setiap korban tanpa membedakan latar belakang. Keselamatan dan pemulihan menjadi perhatian utama, baik bagi personel yang terluka ketika menjalankan tugas maupun masyarakat yang turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

    Baca juga: Tersangka Kerusuhan Usai Demo di Jakarta Bertambah Jadi 49 Orang

    Kapolda juga menemui Rizal, seorang pengemudi ojek daring yang turut mengalami luka dalam peristiwa tersebut. (dok Istimewa) Kapolda berharap proses perawatan ketiga korban berjalan dengan baik dan seluruh kebutuhan medis mereka dapat terpenuhi hingga pulih. Ia turut menyampaikan dukungan kepada keluarga yang setia mendampingi para korban selama menjalani proses penyembuhan.

    Kericuhan terjadi usai demo di depan gedung DPR pada Kamis (27/8) lalu. Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang dan sebanyak 49 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

  • Teladani Akhlak Rasulullah, Ditpolairud Polda Sulut Hadir Berbagi Dan Membangun Persaudaraan Di Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijriah 

    Teladani Akhlak Rasulullah, Ditpolairud Polda Sulut Hadir Berbagi Dan Membangun Persaudaraan Di Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 Hijriah 

     ADIT   27 AGUSTUS 2026  

    Screenshot_2026-08-27-12-55-06-63_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

    Kota Bitung, SiberSulut |Semangat meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam melayani dan melindungi masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara.

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, seluruh personil Ditpolairud bersama Pengurus Bhayangkari Ranting Ditpolairud Polda Sulut menggelar kegiatan keagamaan yang penuh makna di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Kamis (27/8/2026).

    Mengusung tema “Persaudaraan dan Sosial: Mempererat Tali Silaturahmi Antar Umat Islam, Menebarkan Kedamaian, Kepedulian Sosial, dan Semangat Berbagi”, acara ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung sekaligus pengayom yang dekat dengan umat.

    Kehadiran Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Ny. Nila Bayu, memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

    Keduanya tidak hanya memimpin jalannya upacara keagamaan, tetapi juga duduk bersanding dengan anak-anak dari Panti Asuhan Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah Muhammadiyah Bitung yang turut diundang dalam momen sakral tersebut.

    Ustadz Julianto Dunggio, S.Pd., M.Pd., selaku penceramah menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa esensi memperingati Maulid Nabi adalah menghidupkan nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan negara.

    Usai rangkaian tausiyah, suasana semakin haru ketika Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas dan Ny. Nila Bayu secara langsung menyerahkan sedekah kepada perwakilan Panti Asuhan Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah.

    Aksi berbagi rezeki ini menjadi simbol bahwa kepolisian tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga memiliki hati yang peka terhadap sesama.

    Dalam keterangannya, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa, ” Maulid Nabi adalah momentum untuk memperkuat iman dan karakter kita sebagai abdi masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri dan Bhayangkari senantiasa hadir untuk menebarkan kedamaian dan kepedulian, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang merupakan amanah bangsa,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga tali silaturahmi antara institusi kepolisian dan masyarakat tetap terjalin erat, serta nilai-nilai luhur Rasulullah SAW benar-benar terimplementasi dalam setiap tugas pelayanan publik.

    Terpisah, Koordinator Humas Ummul Mukminin Mariah Al Qibtiah Muhammadiyah Bitung, Dra. Hj. Ratna Juwita Otoluwa, mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh Ditpolairud Polda Sulut yang telah mengundang kami dan berbagi rezeki di hari yang mulia ini dan kami sangat mengapresiasi kebaikan Bapak Dirpolairud Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas beserta Ibu Ketua Bhayangkari Ny. Nila Bayu. Semoga Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW membalas segala kebaikan, melimpahkan rezeki, kesehatan, umur panjang, serta kesuksesan karir kedepannya,” ucap Hj. Ratna.

    Hj. Ratna juga berharap agar kolaborasi positif antara kepolisian dan lembaga sosial seperti panti asuhan dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak asuh merasa diperhatikan dan didukung dalam tumbuh kembangnya menuju masa depan yang lebih cerah.

    Dengan berakhirnya kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut telah membuktikan bahwa integritas seorang polisi tidak hanya diukur dari kemampuan penegakan hukum, tetapi juga dari ketulusan hati dalam merawat persaudaraan dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.

  • Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh

    Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh

    image-small

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyebut perusakan fasilitas umum dan pembakaran pagar Gedung DPR/MPR RI saat aksi unjuk rasa di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (27/08/2026) malam,dilakukan oleh kelompok yang sengaja membuat kericuhan.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, aksi tersebut tidak lagi berkaitan dengan penyampaian aspirasi. Menurut dia, sebagian massa yang datang setelah aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) justru melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    “Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

    Budi menjelaskan, kegiatan penyampaian aspirasi AMPB sebenarnya telah selesai sejak siang hingga sore hari. Massa juga telah membubarkan diri secara tertib setelah bertemu dengan pimpinan DPR.

    Namun, setelah itu muncul massa susulan yang datang dan menduduki gerbang Gedung DPR/MPR RI. Situasi kemudian meningkat hingga terjadi aksi perusakan dan pembakaran pagar.

    Melihat situasi yang semakin tidak kondusif dan waktu yang telah memasuki malam hari, Polri mengambil langkah penanganan secara bertahap.

    Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum serta kepentingan masyarakat yang tetap harus beraktivitas dengan aman.

    “Setelah melihat eskalasi dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang sudah memasuki malam hari, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta untuk menjamin aktivitas masyarakat umum tidak dirugikan, Polri mengambil langkah pendekatan secara bertahap,” jelasnya.

    Budi menegaskan, perusakan fasilitas umum sangat merugikan masyarakat. Sebab, fasilitas yang rusak dapat mengganggu pelayanan dan aktivitas warga.

    “Tindakan perusakan tentunya dapat merusak ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini sangat merugikan karena ketika fasilitas umum dirusak, pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat umum,” katanya.

    Polisi juga mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga situasi aman dan kondusif selama aksi berlangsung.

    Budi meminta masyarakat yang masih berada di sekitar lokasi demonstrasi untuk kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

    “Kami mengimbau masyarakat yang masih berada di sekitar lokasi untuk dapat kembali ke rumah masing-masing, berkumpul bersama keluarga yang telah menunggu dan kembali beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.

  • Strategi Komprehensif Kapolda Sumsel Tangani Karhutla 2026: Dari Edukasi Masif hingga Penahanan 17 Tersangka

    Strategi Komprehensif Kapolda Sumsel Tangani Karhutla 2026: Dari Edukasi Masif hingga Penahanan 17 Tersangka

    Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG – Menghadapi ancaman siklus tahunan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), pemerintah pusat bersama aparat gabungan dan pemerintah daerah merapatkan barisan. Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI H. Prabowo Subianto, memimpin langsung Rapat Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Senin (24/8/2026).

    Rapat tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat teras negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel yang dipimpin oleh Gubernur H. Herman Deru. Dalam forum strategis tersebut, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memaparkan strategi holistik yang telah dan sedang dijalankan oleh Polda Sumsel. Penanganan Karhutla tahun ini tidak hanya bertumpu pada pemadaman, tetapi mencakup pencegahan dini, kolaborasi edukasi, hingga penegakan hukum yang tegas.

    Kapolda Sumsel menjelaskan bahwa antisipasi telah dilakukan jauh hari. “Karena Karhutla ini merupakan siklus yang terjadi setiap tahunnya, kami sudah mempersiapkan hal ini mulai dari awal tahun, Bapak Presiden. Pada bulan Februari yang lalu, Bapak Kapolri bahkan hadir mengecek langsung kesiapsiagaan Karhutla sekaligus apel Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan,” papar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

    Untuk upaya pencegahan (preemtif) dan edukasi, Polda Sumsel mengedepankan sinergi di tingkat akar rumput. Menggandeng Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan para Kepala Desa (Kades) sebagai ujung tombak, aparat secara masif memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.

    Langkah ini, lanjut Kapolda, semakin kuat berkat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menjadi landasan aparat di lapangan. Selain itu, kolaborasi aktif juga dilakukan saat terjadi kebakaran dan pasca-kebakaran (rehabilitasi) bersama TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat.

    Namun, upaya persuasif tersebut dibarengi dengan tindakan represif bagi pihak-pihak yang membandel. Penegakan hukum tanpa pandang bulu menjadi bukti komitmen aparat dalam menekan angka Karhutla.

    “Berdasarkan kegiatan yang sudah kami pantau, saat ini kami telah menangani kasus sebanyak 15 Laporan Polisi (LP). Selama kejadian di kewilayahan, kami juga sudah menahan 17 tersangka. Mudah-mudahan penindakan ini menjadi shock therapy (efek jera) sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat agar tidak terjadi lagi pembakaran hutan di wilayah Sumsel,” tegas Kapolda.

    Dikonfirmasi secara terpisah usai rapat, Kabid Humas Polda Sumsel menyampaikan imbauan tambahan agar strategi ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat luas.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda dalam rapat bersama Bapak Presiden hari ini, penanganan Karhutla yang komprehensif membutuhkan kesadaran kolektif. Penegakan hukum adalah langkah terakhir; yang paling utama adalah pencegahan. Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan apa pun, dan segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek setempat jika melihat titik api,” ujar Kabid Humas.

    Rapat koordinasi bersama Presiden RI ini menjadi penegas bahwa penanganan Karhutla di Sumatera Selatan pada tahun 2026 dilakukan secara terpadu dan satu komando. Melalui keseimbangan antara deteksi dini, edukasi yang humanis, kolaborasi lintas instansi, serta penegakan hukum yang memberi efek jera, Sumatera Selatan diharapkan mampu melewati musim kemarau tahun ini tanpa status darurat kabut asap, demi menjaga roda ekonomi, kesehatan masyarakat, dan kelestarian ekosistem lingkungan.